Selasa, 11 November 2014

MK:FILSAFAT ADMINISTRASI

NAMA: DICKY SISWANTO RENGGI TAY
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA
KELAS: A
1.Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadapkehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proseskritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafatadalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalahanalisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafatadalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannyaoleh para ahli filsafat
Administrasi berasal daribahasa belanda, / Administratie 0 yang merupakanpengertian Administrasi dalam arti sempit , yaitu sebagai kegiatan tatausahakantor (catat1mencatat, mengetik, menggandakan, dan sebagainya%.2egiatan inidalam bahasa inggris disebut :.•Administrasi dalam arti luas , berasal dari bahasa inggris/Administration 0 ,yaitu proses kerjasama antara dua orang atau lebihberdasarkan rasionalitastertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telahditentukan (&.+. &iagian,!"6*%berdasarkan hal tersebut diatas, administrasi ialah prosespenyelenggaraankerjayangdilakukan bersama1sama untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan. Administrasi, baik dalam pengertian luas maupun sempitdi dalam penyelenggaraannya diwujudkan melaluifungsi1fungsimanajemen,yangterdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,dan pengawasan.-
2. ompetensi yang dibentuk pada mata kuliah filsafat administrasi negara
Dengan mata kuliah ini saya dapat memahami pengertian filsafat dan administrasi. Dengan mata kuliah ini saya dibentuk untuk menjadi pemimpin. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan juga dapat memberikan pengaruh, dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengnaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sehingga terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan, yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik
      3. eori X maka pemimpin tersebut akan menjadi seorang pemimpin yang tidak mempunyai tanggung jawab dalam aspek teri X hanya melihat dengan sisi negative
teori Y mempunyai tanggung jawab dan selalu memandang dengan positif
teori X dan Y yang dimiliki oleh pendidik/tenaga kependidikan, teory Z merka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik di lakukan, maka pengarahan yang dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori X dan teori Y.
       4.menurut saya dari teori ke tiga itu . saya lebih suka pilih teori Y karena teori Y udah jelas bercondongan kedepannya agar  lebih baik memimpin bawahannya.


Senin, 03 November 2014

UJIAN TENGAH SEMESTER



UJIAN TENGAH SEMESTER
FILSAFAT ADMINISTRASI
DOSEN: SUGENG RUSMIWARI




DICKY SISWANTO RENGGI TAY
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FISIPOL



UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2014
Telinga kita sering mendengar istilah filsafat administrasi. Begitu banyak orang–orang menggunakan istilah ini dalam berbagai kesempatan fakultas, ideoogi dan isme-isme administrator. Sejak dulu hingga sekarang manusia sering mempertanyakan mana yang baik dan mana yang buruk, karena kerap kali manusia dihadapkan pada pilihan–pilihan etis yang tidak bisa dijawab kalangan terkait teori karakter manusia. Dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu hakikat filsafat administrasi merupakan suatu acuan yang harus dibutuhkkan dalam setiap kehidupannya. Sejarah tentang perkembangan filsafat administrasi tidak luput dari perbincangan yang hingga saat ini semakin pesat perbandingannya di zaman dahulukala,
Sehubungan dengan pengertian hakikat administrasi, yaitu segenap rangkaian kegiatan penyelenggaraan penataan usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai usaha kerja sama skelompok manusia, sesungguhnya telah lama ada, antara orang satu dengan yang lainnya, telah ada sejak manusia pertama “adam” dan “hawa”. Kemudian manusia generasi berikutnya, sebagai “makhluk sosial” hidup berkelompok melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan kelompok yang bersangkutan.
Wajah filsafat administrasi yang sebelumnya dipahami sebagai proses linier yang selalu bergerak ke depan dengan berbagai penyempurnaannya juga mengalami perubahan. Peradaban tersebut tak lagi sekadar bergerak maju tetapi juga ke samping kiri, dan kanan memadukan diri dengan revolusi bidang lain, bahkan kembali ke masa lampau filsafat administrasi.